Ceramah Ustadz Abdul Somad: Sukses yang Sebenarnya
Setiap manusia ingin sukses. Sejak kecil, kita diajarkan untuk belajar sungguh-sungguh agar menjadi orang sukses. Namun, pertanyaannya: apa sebenarnya arti sukses menurut Islam? Inilah yang dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam berbagai ceramahnya.
1. Sukses Dunia Bukanlah Segalanya
Menurut UAS, banyak orang yang mengira sukses itu ketika punya harta berlimpah, jabatan tinggi, atau terkenal di mana-mana. Padahal, itu hanyalah sukses sementara yang hanya berlaku di dunia.
Beliau mengingatkan ayat Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 77:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia...”
Artinya, kita boleh mencari kesuksesan dunia, tetapi jangan sampai lupa bahwa tujuan utama adalah akhirat.
2. Sukses yang Sejati: Diridhoi Allah
UAS menjelaskan, ukuran sukses seorang Muslim bukan banyaknya harta atau tingginya jabatan, tetapi keridhaan Allah.
Kalau Allah ridho kepada kita, walaupun hidup sederhana, itu sudah sukses besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling sukses adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Jadi, orang sukses itu bukan yang banyak asetnya, tapi yang banyak amalnya.
3. Kunci Sukses: Takwa dan Doa
Dalam banyak ceramahnya, UAS sering menekankan dua kunci utama kesuksesan:
- Takwa kepada Allah: menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
- Doa yang tak pernah putus.
Beliau menegaskan, “Kalau Allah sudah berkehendak menaikkan derajat seseorang, tak ada yang bisa menghalangi. Tapi kalau Allah tak ridho, sehebat apapun usahanya, takkan jadi apa-apa.”
4. Gunakan Sukses untuk Kebaikan
UAS juga mengingatkan, jika sudah diberi nikmat dan keberhasilan, gunakan untuk kebaikan.
Bantu orang lain, bersedekah, dan jadikan kesuksesan itu sebagai jalan menuju surga.
“Kesuksesan yang tidak membawa kita makin dekat kepada Allah, itu bukan sukses, tapi ujian yang berbahaya,” kata beliau.
Penutup
UAS menutup ceramahnya dengan pesan sederhana namun dalam maknanya:
“Jadilah orang sukses yang tidak lupa salatnya, tidak sombong dengan hartanya, dan tidak pelit dengan kebaikannya. Karena sukses yang sejati bukan diukur dari dunia, tapi dari bagaimana kita kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khatimah.”
Komentar
Posting Komentar