“Kokohnya Iman, Kunci Selamat Dunia dan Akhirat”
Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan bahwa iman adalah pondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Tanpa iman, segala amal baik tidak akan bernilai di sisi Allah. Iman ibarat akar pada pohon; jika akarnya kuat, maka batang dan daunnya akan tumbuh subur. Begitu juga dengan iman—jika tertanam kuat di hati, maka amal saleh akan mudah tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
UAS menegaskan bahwa iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi juga keyakinan dalam hati dan pembuktian lewat perbuatan. Seorang mukmin yang benar-benar beriman akan terlihat dari akhlaknya, kesabarannya dalam menghadapi ujian, serta keikhlasannya dalam beribadah. Iman itu naik turun; bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.
Beliau mengingatkan, di zaman penuh fitnah ini, iman sering diuji. Banyak orang tergoda oleh harta, kedudukan, dan godaan dunia. Maka, menjaga iman menjadi tantangan besar. Caranya, kata UAS, adalah dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, menjaga salat, dan bergaul dengan orang-orang saleh. Lingkungan yang baik akan menumbuhkan iman, sedangkan lingkungan buruk bisa melemahkannya.
UAS juga menekankan pentingnya bersyukur dan bersabar sebagai tanda kuatnya iman. Ketika mendapat nikmat, seorang mukmin bersyukur. Saat diuji, dia bersabar. Dua hal inilah yang menjadi ukuran keimanan seseorang.
Sebagai penutup, Ustadz Abdul Somad berpesan agar setiap Muslim selalu memperbarui imannya dengan mengucapkan “Laa ilaaha illallah” dan merenungkan maknanya. Karena imanlah yang akan menjadi cahaya penuntun di dunia, dan penyelamat di akhirat.
“Jagalah iman seperti engkau menjaga harta yang paling berharga, karena tanpa iman, hidup ini kosong,” ujar UAS dalam ceramahnya.
Komentar
Posting Komentar