Ceramah Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A: Ridho dengan Takdir Allah

 


Ceramah Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A: Ridho dengan Takdir Allah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umat beliau hingga akhir zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Salah satu tanda keimanan seseorang kepada Allah adalah ridho terhadap takdir-Nya. Ridho berarti menerima dengan lapang dada segala ketetapan Allah, baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan, karena kita yakin bahwa Allah Maha Bijaksana dan tidak pernah salah dalam menentukan sesuatu untuk hamba-Nya.

1. Takdir adalah Rukun Iman

Ustadz Dr. Abdullah Roy menjelaskan bahwa beriman kepada takdir adalah rukun iman yang keenam. Seorang muslim tidak akan sempurna imannya sampai dia meyakini bahwa segala sesuatu terjadi dengan ilmu, kehendak, dan kekuasaan Allah.
Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir).”
(QS. Al-Qamar: 49)

Ayat ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun yang terjadi di alam semesta ini tanpa kehendak Allah. Baik itu kesenangan, ujian, rezeki, maupun musibah, semuanya sudah tertulis di Lauhul Mahfuzh sebelum langit dan bumi diciptakan.

2. Ridho Membawa Ketenangan Hati

Menurut Ustadz Abdullah Roy, orang yang ridho dengan takdir Allah akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan sejati. Ia tidak mudah stres ketika diuji, karena ia tahu bahwa semua datang dari Allah yang Maha Pengasih.
Sebaliknya, orang yang tidak ridho akan hidup dalam kegelisahan. Ia terus bertanya “kenapa aku?”, “kenapa ini terjadi?”, padahal semua itu sudah merupakan bagian dari takdir Allah yang tidak bisa dihindari.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur maka itu baik baginya; dan jika dia tertimpa kesusahan, dia bersabar maka itu baik baginya.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang ridho akan selalu dalam kebaikan, apapun kondisi hidupnya.

3. Ridho Bukan Berarti Pasrah Tanpa Usaha

Ustadz Abdullah Roy menegaskan, ridho bukan berarti menyerah tanpa usaha. Seorang muslim tetap wajib berikhtiar, berusaha sebaik mungkin dalam setiap urusan, lalu setelah itu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Ridho berarti menerima hasil akhir dengan lapang dada, karena kita yakin Allah-lah yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita.

4. Buah dari Ridho kepada Allah

Ada banyak keutamaan bagi orang yang ridho terhadap takdir Allah, di antaranya:

  • Allah akan memberikan ketenangan batin dan kebahagiaan hati.
  • Ia akan terhindar dari rasa putus asa dan kecewa.
  • Allah akan menggantikan setiap kesedihan dengan kebaikan yang lebih besar.

Allah berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 216)

Ayat ini menjadi pengingat agar kita tidak menilai takdir hanya dari pandangan manusia yang terbatas. Apa yang kita anggap buruk hari ini, bisa jadi merupakan jalan menuju kebaikan besar di masa depan.

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita belajar ridho dengan segala ketetapan Allah. Ketika mendapat nikmat, ucapkan alhamdulillah dan gunakan untuk ketaatan. Ketika diuji, ucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan bersabar. Karena setiap takdir, baik dan buruk, semuanya mengandung hikmah yang besar.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang ridho dengan setiap keputusan-Nya dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Komentar