Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS): “Amalan yang Tidak Bisa Jadi Amal”



Ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS): “Amalan yang Tidak Bisa Jadi Amal”

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup, beribadah, dan beramal. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan bagi seluruh umat manusia.

Jamaah yang dirahmati Allah,
Dalam kehidupan ini, banyak manusia yang mengira bahwa semua yang ia lakukan akan bernilai amal saleh. Padahal tidak semua perbuatan yang tampak baik di mata manusia akan tercatat sebagai amal di sisi Allah SWT. Ustadz Abdul Somad (UAS) sering mengingatkan dalam ceramahnya, “Amal bukan dilihat dari banyaknya, tapi dari keikhlasan dan kebenarannya.”

1. Amal yang Tidak Ikhlas Tidak Akan Diterima

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seseorang mungkin bersedekah jutaan rupiah, tetapi jika niatnya untuk dipuji, bukan karena Allah, maka amalan itu tidak bernilai di sisi-Nya. Amal yang tidak ikhlas hanyalah “kerja kosong”, kata UAS, sebab Allah hanya menerima amal yang dilakukan semata-mata karena mengharap ridha-Nya.

2. Amal yang Tidak Sesuai Sunnah Juga Tertolak

UAS menjelaskan, amal yang baik harus memenuhi dua syarat: ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Jika salah satunya tidak terpenuhi, amal itu tidak diterima.
Sebagai contoh, seseorang beribadah dengan cara-cara yang tidak diajarkan Nabi — misalnya menambah-nambah dalam ibadah dengan keyakinan itu lebih baik — maka amal itu disebut bid’ah, dan Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami (agama) yang bukan darinya, maka tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Amal yang Tercemar Dosa Tidak Berbuah Pahala

Ada pula orang yang beramal, tapi di saat bersamaan ia menzalimi orang lain, berkata kasar, atau berbuat maksiat. Di akhirat nanti, amalnya akan habis dibayar kepada orang yang dizalimi. Nabi SAW bersabda tentang orang yang bangkrut di hari kiamat — ia datang dengan membawa amal shalat, puasa, dan zakat, tapi karena pernah menzalimi orang lain, seluruh amalnya dipindahkan kepada orang yang dizaliminya.

4. Amal yang Ditunda Bisa Hilang Kesempatannya

UAS juga mengingatkan bahwa banyak orang menunda amal, dengan alasan “nanti saja kalau sudah tua.” Padahal ajal tidak menunggu. Amal yang tidak segera dilakukan bisa lenyap bersama waktu. Maka beliau sering berkata, “Jangan tunggu kaya baru sedekah, jangan tunggu sempat baru shalat. Amal itu dilakukan sekarang, sebelum terlambat.”

Penutup

Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita perbaiki amal kita. Jangan sampai amal yang kita anggap banyak ternyata tidak bernilai di sisi Allah. Periksa niat kita, luruskan cara kita, dan jaga hati kita agar amal menjadi pemberat timbangan kebaikan di hari akhir nanti.

Semoga Allah menerima setiap amal yang kita lakukan dengan keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Komentar