"Mintalah Perlindungan kepada Allah" yang terinspirasi dari gaya penyampaian Ustadz Abdul Somad (UAS), dengan penekanan pada dalil dan hikmah.
Berserah Diri Sepenuhnya: Mintalah Perlindungan Hanya Kepada Allah SWT
Oleh: (Nama Anda/Disarikan dari Tausiah UAS)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Alhamdulillahilladzii an’ama ‘alainaa bi ni’matil iimaan wal islaam. Wash sholaatu was salaamu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin, wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’in. Amma ba'du.
Saudara-saudaraku kaum muslimin dan muslimat, hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah SWT.
Pernahkah kita merasa takut? Takut akan masa depan yang tidak menentu, takut akan musibah yang tiba-tiba datang, takut akan penyakit yang menggerogoti, atau bahkan takut akan fitnah akhir zaman? Rasa takut itu fitrah, dia ada dalam diri manusia. Tapi di sinilah bedanya seorang mukmin. Seorang mukmin tidak membiarkan rasa takut itu menguasai, apalagi sampai membuat hatinya gundah gulana, lari mencari pertolongan kepada selain Allah!
Hanya Allah Sebaik-baik Pelindung
Kita ini makhluk yang lemah. Jangankan menghadapi malapetaka besar, menghadapi nyamuk yang kecil saja kadang kita kewalahan. Apalagi menghadapi urusan dunia yang begitu rumit, apalagi menghadapi urusan akhirat yang begitu dahsyat. Lantas, kepada siapa kita bergantung? Kepada siapa kita bersandar?
Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman dengan jelas dalam Kitab-Nya yang mulia:
> "Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. At-Taubah: 51)
>
Hadirin sekalian, dengarkan baik-baik! "Dia-lah Pelindung kami," Dia-lah! Bukan dukun di pojok kampung, bukan jimat yang digantung di pintu, bukan pula kekuatan harta dan jabatan kita. Tapi Dia, Allah SWT!
Kalau Allah yang menjadi Pelindung, siapa yang bisa mencelakai kita? Kalau Allah yang menjadi Penjaga, apa yang perlu kita takutkan?
Coba renungkan kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam! Ketika beliau dilempar ke dalam kobaran api yang membara, apa yang terjadi? Beliau tidak takut. Mengapa? Karena lisannya mengucapkan: Hasbunallah wa ni’mal Wakiil (Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung). Lalu apa jawab Allah kepada api itu?
> "Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS. Al-Anbiya’: 69)
>
Api yang sifatnya membakar, tiba-tiba menjadi dingin dan menyelamatkan. Ini bukti nyata: Ketika Allah yang melindungi, segala yang ditakuti akan tunduk dan tak berdaya!
Dua Kunci Utama Meminta Perlindungan
Lalu, bagaimana cara kita, umat Nabi Muhammad SAW, agar perlindungan Allah itu turun kepada kita? UAS sering menyampaikan, pertolongan Allah itu datang, salah satunya, melalui dua cara utama, sebagaimana firman Allah:
> "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
>
1. Sabar (Shabr): Menahan Diri dan Rida Menerima Takdir
Sabar bukan berarti diam pasrah tanpa usaha. Sabar itu artinya menahan diri. Menahan lisan dari keluhan, menahan hati dari kegundahan berlebihan, menahan anggota badan dari perbuatan yang dilarang. Saat musibah datang, kita ridha dengan takdir Allah. Kita tahu, ini ujian dari Allah, dan di balik ujian pasti ada hikmah. Orang yang sabar, dia tidak akan lari mencari pelarian ke narkoba, ke minuman keras, atau ke perbuatan maksiat. Tidak! Dia kembalikan semuanya kepada Allah.
2. Salat (Shalat): Koneksi Langsung dengan Sang Pelindung
Shalat adalah tiang agama, dan juga benteng perlindungan kita. Dalam shalat, kita menyambungkan koneksi langsung kepada Allah. Ketika hati merasa takut, cemas, atau galau, ambil wudu, hamparkan sajadah. Dalam sujud, tumpahkan semua keluh kesah. Doa dalam sujud itu makbul (dikabulkan).
Rasulullah SAW, jika menghadapi urusan yang penting atau kesulitan, beliau segera melaksanakan shalat (kana idza hazabahu amrun sholla). Kenapa? Karena di dalam shalat ada ketenangan, ada janji pertolongan, dan ada perlindungan mutlak dari Allah.
Akhir Kalam
Saudaraku, ingatlah pesan ini baik-baik! Selama nafas masih berhembus, selama jantung masih berdetak, jangan pernah gantungkan harapan dan ketakutanmu kepada selain Allah. Kecilkan makhluk, besarkan Allah di dalam hatimu!
Perbanyaklah istighfar, perbanyaklah zikir, terutama Laa ilaaha illallah dan perbanyaklah meminta perlindungan kepada-Nya dengan lafadz-lafadz yang diajarkan Nabi, seperti:
* A'uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan).
* Allahumma inni a’udzubika min ‘adzabi jahannam wa min ‘adzabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min syarri fitnatil masiihid dajjal (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).
Jika kita sudah menghambakan diri hanya kepada Allah, beribadah hanya kepada-Nya, maka Allah akan kasih dua jaminan: Diberi rasa kenyang (kelapangan rezeki) dan dihilangkan rasa takut (diberi ketenangan dan perlindungan).
Wassalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar